Rabu, 17 Juli 2013

TRAGEDI KIYAHI CECEP BUSTOMI


TragediTerbunuhnya cecep bustomi


 




Front pembela Islam (FPI) akhirnya mengeluarkan pernyataan soal dibunuhnya KH Cecep Bustomi, Panglima Front Hisbulah yang bermarkas di Pandeglang, Banten, Jawa Barat.
Menurut FPI, KH Cecep, anak kiai kondang Banten, KH Bustomi, dibunuh oleh sepasukan Kopassus Grup II/ Parakomando, Serang. KH Cecep Bustomi adalah salah seorang pendiri FPI, sebuah organsasi Islam 
 FPI mengajukan bukti baru:
hanya Wakil Komandan Kopassus Grup II/Parakomando yang mengetahui keberadaan KH Cecep di Serang pada saat ia dibunuh. "KH Cecep ke Markas Kopassus Serang karena panggilan pihak Kopassus," ujar Habib Rizieq Shihab, Ketua Umum FPI. Habib  tampak gusar.
KH Cecep dibunuh beberapa tahun lalu di Serang, Jawa Barat, selepas bertemu dengan sejumlah perwira di Markas Grup II/Kopassus, Serang. Begitu keluar dari Markas Kopassus, sejumlah lelaki bertopeng, bersepeda motor dan bersenjata mencegat mobil Cecep dan memberondongnya. Sopir Cecep, Mardiyantotancap gas, dan sepasukan lelaki bermotor itu mengejar dan di depan Pasar Serang, berondongan peluru mengakhiri hidup sangkyai.
SEBAB-SEBAB KENAPA KH CECEP BUSTOMI DI BUNUH
FPI mengkaitkan pembunuhan Cecep dengan terbunuhnya seorang prajurit Kopassus dalam penyerangan pasukan Front Hisbullah di sebuah perhelatan di Serang.
Prajurit Kopassus yang hendak mengusir Front Hisbullah itu dari perhelatan yang tuan rumahnya masih saudara sang prajurit, memang tidak sekedar mati. Ia tewas dengan luka yang mengenaskan. Dan, ini tak bisa diterima orang-orang Kopassus.
Bagaimanapun, Grup II/Kopassus memang pantas jadi tersangka dalam kasus pembunuhan, atau lebih tepat pembantaian KH. Cecep Bustomi.
Ada motif yang kuat dan ada kemampuan untuk melakukannya karena merupakan prajurit parakomando. Dan, yang paling penting: hanya satuan-satuan TNI yang masih punya mentalitas prima yang berani melakukan pembantaian ini. Nah, pembantaian ini mengingatkan kita pada istilah code red dalam satuan marinir militer Amerika Serikat.
code red adalah operasi yang dilakukan amat rahasia, bukan untuk kepentingan negara, namun untuk kepentingan korps. Apa yang dimaksud dengan code  red ini misalnya bisa ditonton di film A Few Good Men, yang dibintangi Demi More dan Tom Cruise.
KH Cecep tampaknya memang menjadi target operasi code red Kopassus Grup II/Parakomando, berkaitan dengan terbunuhnya seorang prajurit Kopassus di tangan anak buah Cecep.
Selain Cecep, tampaknya Habib Soleh Abdulah, salah seorang sesepuh FPI juga menjadi target operasi code red dari satuan lain di TNI. Habib Soleh ditembak mati oleh dua pria tak dikenal di depan masjid dekat rumahnya di Cempaka Putih. Keluarganya mengkaitkan dengan konflik tanah warisan. Namun, motif itu kurang kuat. Yang patut juga disimak, FPI memiliki musuh yang banyak karena kegemaran kelompok ini merusak kafe, diskotik, hotel dan tempat lain yang dinilai kelompok ini sebagai tempat maksiat. Salah satu musuh potensial FPI ya siapa lagi kalau bukan tentara yang membekingi bisnis ini. Lalu, musuh lainnya adalah para "profesional" yang disewa para pemilik modal untuk sekedar memberi warning atau bahkan untuk memberesi para pimpinan FPI.
Pantas diingat, sebelum Habib Soleh dibunuh, FPI melakukan perusakan di sejumlah kafe di Kemang, Jakarta Selatan, seperti kafe Jimbani, kafe Salsa. Kafe Jimbani adalah kafe milik mantan istri Oky Hanoko Dewantono yang selama ini dibekingi anggota Marinir TNI-Angkatan Laut.
Marinir marah ketika polisi mengerebek kafe itu. Buntutnya, Polsek Mampang, diserbu sepasukan pria yang diyakini dari satuan marinir. Dua polisi dan seorang Kamra luka-luka. Kantor Polsek hancur berantakan. Tampaknya Polsek Mampang jadi target code red oleh satuan rahasia Maninir. Itu yang tampaknya terjadi, karena pasukan yang menunaikan tugas korps itu dilindungi para komandannya.
Namun, tak lama, pasukan FPI datang ke kafe Jimbani. Mereka dengan kemarahan yang meluap menghancurkan kafe yang juga jadi sumber pendapatan sampingan para prajurit Marinir TNI-AL yang gajinya dari dinas tentata memang mepet untuk hidup. FPI menuduh kafe itu kafe maksiat. Kafe itu, untuk sekian lama tidak beroperasi. Dan, ini artinya, para prajurit Marinir kehilangan sebagian pengahasilan sampingan itu. Nah, apakah dibunuhnya Habib Soleh Abdulah, salah satu anggota senior FPI, berkaitan dengan operasi code red Marinir TNI-AL?
Bisa saja. Namun, pertanyaannya: mengapa yang dibunuh Habib Soleh dan bukannya Habib Rizieq Shihab, Panglima FPI, sebagaimana Kopassus menghabisi Panglima Front Hisbullah? Bisa jadi Marinir tak sekejam Kopassus. Dipilihnya Habib Soleh hanya semacam ancaman: jangan melakukan perusakan lagi terhadap tenmpat-tempat hiburan.
Bermusuhan dengan Kopassus, atau tentara pada umumnya, sebenarnya bukan kehendak FPI dan Front Hisbullah.
Bagaimanapun, FPI dan Front Hisbullah bukanlah organisasi keagamaan yang populer di masyarakat. Terbunuhnya KH Cecep Bustomi dan Habib Soleh Abdulah, tidak menjadi perhatian yang layak oleh masyarakat.
وَمَن يَقْتُلْ مُؤْمِناً مُّتَعَمِّداً فَجَزَآؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِداً فِيهَا وَغَضِبَ اللّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَاباً عَظِيماً
“Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannya ialah jahanam. Ia kekal di dalamnya, Allah murka kepadanya, mengutukinya, serta menyediakan azab yang besar baginya.” (Qa. an-Nisa`: 93)



0 komentar:

Poskan Komentar

My Blog List

Sample Text

About

Blogroll

Blogger templates

Download

Pages - Menu

Ads 468x60px

Popular Posts

Followers

Featured Posts Coolbthemes